Network File
Sharing (NFS) di Debian Server
Assalamualaikum
Hari ini ane mau sedikit share nih tentang pelajaran yang ane dapet di sekolah, materi ini ane dapet dijurusan TKJ tepatnya materi adm.server. Yaaak gausah bertele-tele lagi, langsung aja nih sedikit pembahasan tentang NFS dan cara konfigurasinya. Cekidot ........
A. Pendahuluan
NFS dikembangkan dengan tujuan suatu komputer dapat
memount direktori atau partisi pada komputer lain seolah-olah direktori atau
partisi tersebut terletak pada harddisk lokal. Dengan kata lain NFS bertujuan
untuk sharing file-file antar komputer. NFS juga dibuat untuk berjalan pada
lingkungan Unix. Dengan kata lain apapun jenis sistem operasi anda asalkan
memenuhi standar POSIX, maka anda dapat berbagi pakai file dengan menggunakan
NFS. Sistem operasi tersebut diantaranya Linux, Berkeley Software Distibution
Family (BSD, FreeBSD, NetBSD, OpenBSD), Unix Family (Tru64 Unix, HP – UX, AIX,
IRIX) dan Sun Family (Solaris, SunOS).
B. Alat dan Bahan
- 1
Unit PC / laptop
- VirtualBox
dan VM debian server yang sudah terinstall
- GNS3
- Topologi
NFS
C. Topologi NFS
D. Konfigurasi NFS Server
o Setting ip address di server dengan ip 192.168.17.1/24
o Install paket NFS dengan perintah
#apt-get install nfs-kernel-server
o Kita buat direktori atau file yang akan di share
atau bisa menggunakan file yang sudah ada, contoh disini kita membuat direktori
DATA,
dan didalam direktori data terdapat file iseng.txt
o Edit file exports, ketikan
#nano /etc/exports
Kita sisipkan
parameter-parameter berikut untuk memberikan hak akses kepada client pada
direktori yang di share. Jika sudah, save lalu exit.
*Keterangan :
/DATA : merupakan direktori
yang di-share
192.168.17.0/24 :
merupakan network client yang bisa akses ke server
ro
: read-only. Client hanya punya hak akses baca saja. Ini merupakan pilihan
default.
rw
: read-write. Client punya hak akses baca dan tulis terhadap direktoi yang di
share
no_root_squash :
root pada komputer client akan memiliki hak yang sama dengan root pada server
NFS
no_subtree_check :
biasanya NFS memiliki mekanisme pengecekan apakah file yang akan diminta client
termasuk bagian yang di share. Dengan adanya opsi ini maka akan mempercepat
proses transfer, karena pengecekan akan ditiadakan.
sync
: untuk sinkronisasi antara perubahan yang dilakukan oleh client dengan direktori
sebenarnya di server.
o Kita restart NFS dengan perintah
#/etc/init.d/nfs-kernel-server restart
E.
Konfigurasi NFS Client
o Setting ip address di client dengan ip
192.168.17.2/24
o Sebelum kita mount file yang ada di server kita buat
terlebih dahulu letak folder yang akan dijadikan tempat untuk mount point share
tersebut atau bisa menggunakan folder yang sudah ada, contoh disini membuat
folder baru
#mkdir /sharing
o Mount secara manual shared folder di server ke
folder yang sudah kita buat dengan perintah mount 192.168.17.1:/DATA /sharing
* Keterangan :
192.168.17.1 :
ip address NFS Server
/DATA : shared folder pada
NFS Server
/sharing : folder mount point
pada NFS Client
o Cek file sharing dengan perintah df atau
bisa cek di dalam direktori mount point
o Mount point secara otomatis, jadi ketika server
client restart file mount point tetap ada di folder mount point yang sudah
dibuat sebelumya. Terdapat dua cara, yaitu :
1)
Edit file fstab
#nano /etc/fstab
Lalu tambahkan
sricpt ip address server, folder share dari server, folder mount point, dan nfs.
Save lalu exit, kemudian restart client #reboot
Cek kembali
dengan perintah df
2)
Kita bisa juga edit
file
#nano /etc/init.d/rc.local
Tambahkan script seperti saat mount
secara manual, save lalu exit. Restart client #reboot
Cek kembali
mount point dengan perintah df
Sekian yang bisa ane share, semoga yang ane share dapat bermanfaat bagi kalian. Dan tunggu postingan-postingan berikutnya tentang materi adm.server....
Wasalamualaikum.






No comments:
Post a Comment